Situbondo — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Huda Kapongan kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan penguatan mutu pendidikannya. Pada Jumat (5/12/2025), kampus yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman ini sukses menjalani Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kedatangan dua asesor berpengalaman—Prof. Dr. Najahan Musyafak, MA dan Dr. Hafidah, M.Ag—disambut hangat oleh sivitas akademika. Mereka melakukan pemeriksaan komprehensif terkait tata kelola lembaga, sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga kualitas dan relevansi pendidikan yang diberikan STAI Nurul Huda.

“Kami sangat mengapresiasi profesionalitas tim asesor BAN-PT. Rekomendasi mereka menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas institusi,” ujar Ketua STAI Nurul Huda, H. Muhammad Taufiq, M.Pd.I.

Asesmen lapangan yang berlangsung intensif ini mengonfirmasi sejumlah pencapaian penting STAI Nurul Huda, di antaranya:

Seluruh 6 program studi terakreditasi “Baik” dari BAN-PT. 31 dosen tetap dengan rasio ideal sesuai standar nasional.

Produktivitas penelitian meningkat signifikan, tercatat 30 penelitian mandiri serta 45 kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam periode penilaian. Kualitas lulusan terjaga, dengan rata-rata IPK 3,39–3,53 serta tingkat kesesuaian kerja mencapai 45,3% sesuai bidang studi.

Temuan tersebut memperkuat posisi STAI Nurul Huda sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkembang pesat di Situbondo.

Ke depan, STAI Nurul Huda menargetkan loncatan besar melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2024–2040, termasuk peningkatan daya saing nasional dan perluasan jejaring internasional.

“Target kami jelas: STAI Nurul Huda harus menjadi perguruan tinggi yang diakui secara internasional di bidang keislaman dan IPTEK,” tegas Ketua STAI Nurul Huda.

Saat ini lembaga telah menjalin: 8 kerja sama lokal, 6 kerja sama nasional, dan 5 kerja sama internasional, termasuk dengan University of Malaya dan beberapa institusi Islam di Malaysia.

Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi mobilitas akademik, riset kolaboratif, serta pengembangan kurikulum berbasis global.

Setelah serangkaian verifikasi dan dialog akademik, Berita Acara Asesmen Lapangan resmi ditandatangani oleh asesor dan pimpinan STAI Nurul Huda. Dokumen ini menjadi dasar BAN-PT dalam menentukan status dan peringkat akreditasi institusi.

“Proses ini menunjukkan transparansi dan komitmen lembaga dalam mewujudkan akuntabilitas pendidikan tinggi,” ungkap Dr. Hafidah, M.Ag, asesor BAN-PT.

Sivitas akademika STAI Nurul Huda menyambut asesmen ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dan memperluas peran kampus dalam pembangunan masyarakat.

Didirikan atas gagasan Habib Muhammad Taufiq Al-Djufri dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, kampus ini terus berupaya menjaga tradisi pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan berbasis budaya santri di tengah dinamika global.

Dengan semangat pembaruan dan rekomendasi BAN-PT, STAI Nurul Huda optimis melangkah menuju akreditasi institusi yang lebih tinggi serta memperteguh identitasnya sebagai “kampus perjuangan” di Kota Santri Situbondo.

Leave a Comment